About Author

Most Commented Posts

Most Views Posts

Find us on
Recent tweet
  • RT @PolJokesID: https://t.co/aFfTSpfz80
  • @abriany_ @diahfanny Woooowww 😲😲😲 lanjut PM yaah 🤭🤭
  • RT @KompasKlasika: Butuh inspirasi memotret? Ikuti Workshop Fotografi Kompas “Mata Waktu Java Jazz 2020”, Kamis (27/2/2020) di Kompas Insti…
  • RT @kompasmuda: Bagaimana serunya momen #SuperShow8inJakarta bersama @elfindonesiacom? Ini dia hasil liputan #VolunterKompasMuda. @SJoffici…

Cerita Mahasiswa : First Indonesian Student in Evora

Portugal. Sebuah negara yang cukup asing di telinga masyarakat Indonesia, kecuali bagi para penggemar sepakbola. Sebenarnya tidak terlalu asing kalau kita mengingat lagi materi pelajaran sejarah kita di sekolah dulu. Ya, Portugal atau Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba (dan menjajah) di Indonesia. Cuma namanya memang kalah tenar dibanding Belanda atau Jepang yang datang belakangan. Di mata masyarakat Indonesia, Portugal juga kalah tenar sebagai destinasi studi maupun wisata dibanding kedua negara tersebut dan negara-negara populer lainnya. Hal itu terlihat dari jumlah mahasiswa asal Indonesia di Portugal yang belum pernah melebihi 50 orang dalam suatu rentang waktu bersamaan. Jumlah wisatawan juga minim sekali yang berasal dari Indonesia.

Kenapa begitu? Menurut saya, ini karena minimnya informasi yang masuk ke masyarakat Indonesia mengenai Portugal. Dengan minimnya informasi, maka Portugal semakin tidak populer untuk dijadikan destinasi studi dan wisata. Biasanya calon pelajar yang akan kuliah ke Eropa akan mencari tempat kuliah yang berkualitas dan memiliki banyak lokasi wisata di sekitarnya. Dua prasyarat ini sebenarnya sangat terpenuhi di Portugal. Portugal memiliki beberapa Universitas yang sudah sangat dikenal di Eropa dan dunia. Soal tempat wisata, Portugal juga kaya akan bangunan bersejarah dan keindahan alamnya sangat beragam. Unsur kebudayaan yang memiliki beberapa kesamaan dengan Indonesia juga sangatlah menarik. Kalau mau jalan-jalan keliling Eropa juga mudah karena adanya maskapai penerbangan murah dan visa yang kita punya juga bisa digunakan untuk keliling 26 negara Eropa anggota Schengen Area. Bahkan ada satu bonus utama yang bisa didapat, yaitu biaya hidup di Portugal yang bisa dikatakan paling murah di seantero Eropa. Soal iklim juga sangatlah membantu untuk kita yang berasal dari negara tropis, karena di Portugal suhunya cukup hangat.

Evora. Itu nama kota tempat saya tinggal. Ya, saya sekarang sedang mengikuti program pertukaran pelajar dari Erasmus+ selama 10 bulan di Universidade de Evora. Evora memang tidak seramai seperti Lisbon atau Porto. Tapi justru hal itulah yang saya sukai. Bahkan warga Portugal dari kota lain pun menyukainya, terbukti banyaknya wisatawan lokal yang mengunjungi Evora. Evora adalah kota tua dari abad pertengahan yang keasliannya terawat sangat baik, berisikan sejumlah besar monumen yang berasal dari berbagai periode sejarah, termasuk Kuil Romawi, dan kota ini merupakan anggota UNESCO World Heritage Site. Universitasnya juga adalah yang tertua kedua di Portugal dan merupakan cagar budaya. Untuk di Portugal, kota ini menduduki peringkat kedua sebagai kota ternyaman untuk ditinggali. Saya adalah pelajar Indonesia pertama dan satu-satunya di kota ini. Tapi saya yakin akan segera menyusul pelajar-pelajar Indonesia lainnya, apalagi setelah membaca tulisan saya ini. Jadi, mulailah browsing di internet tentang Universitas di Portugal dan hubungi kami anggota dan alumni PPI Portugal. Lalu segeralah kalian menyusul kemari.

Nicko Indra Bashkara

Leave a ReplyYour email is safe with us.